Jumat, 15 September 2017

Puisi " Dewi Sri"

Dewi Sri
"Oleh : Muhammad Maulana Iqbal"


Rembulan terselimuti awan.
Gerak-gerikmu yang selalu ku nantikan.
Tanpa cahaya apa dayanya aku.
Sehingga membuatmu menanam.
Tak terkecuali hidup ini tak terkasihkan.

Dewi Sri...
Kumenunggu kedatanganmu.
Di sudut-sudut malam, kuberjalan di tepi sawah.
Menatap anganku, agar kau datang.
Tanpa ada yang menemaniku di ujung sana.
Menjalankan tugasmu, agar aku sentosa.

Dikala bintang kejora, mulai tertampak.
Ayam memainkan dramanya.
Langkah demi langkah, kumenuju ladang.
Tanpa berat hati ku berjalan.
Menanamkan benih-benih untuk kehidupan.
Berharap akan ada kesuburan.

Dewi Sri...
Lindungilah kami.
Sejahterakanlah kami dari kekeringan.
Gaya hidup kami, layaknya budak termarjinal.
Semua kehidupan berasal dari keringat kami.
Tanpa kamilah bumi akan sengsara.

Puisi "Kepercayaan Mutlak"

Kepercayaan Mutlak


Tuhanku,...
Mungkin di dunia ini hanyalah aku yang berbeda.
Tak selalu ku hembuskan nafasku tanpamu.
Namun ada hal yang tak kukutahui dari diriku.
Engkau, bedakan aku dengan orang lain.
Engkau, beri ujian ini dari yang lain.

Coba sesekali ku menatap langit.
Rasakan getaran-getaran yang berbeda.
Layaknya seorang pendosa yang menunggu ajal.
Tak berbudi luhur dari hatinya.
Coba letakkan aganmu di atas sana.
Mulailah berkata..

Tuhanku...
Apa mungkin, aku harus bersyahadat agar aku tahu.
Apa mungkin, aku membaptiskan diri agar aku tahu.
Apa mungkin, aku mengikuti Pluralisme agar aku tahu.
Apa mungkin, aku harus mempelajari Siddharta Gautama agar aku tahu.
Apa mungkin, aku harus menanyakannya kepada Konfusius agar aku tahu.

Hanyalah kepercayaan yang mutlak yang akan menjawabnya.
Dikala itu, malam telah tiba.
Rintihan hujan, mulai membasahi sepatuku.
Disanalah kumulai berpikir.
Dunia ini sangatlah muna.
Hanya kebajikan yang dapat menjemputku menuju nirwana.